28.6.16

Bahas BARASUARA

source
Libur sekolah tiba itu artinya me time. Apa saja yang sempat tertunda akan saya (usahakan) bayar tuntas di liburan kali ini. Salah satunya adalah menekuni lagu-lagu dari band rock BARASUARA. Album perdana mereka yang diberi judul TAIFUN adalah album yang sempurna. Terdiri dari 9 lagu yang tanpa cela. Semuanya benar-benar seru, keren, asyik!

Memang benar saya bukan kritikus musik. Apalah saya ini, saya hanya butiran debu yang akan
berlalu, terlupakan, dan terbang entah kemana. Jiahhh. Tapi, saya punya selera musik yang asyik.
Asyik menurut siapa sodara sodara? Ya menurut saya dan pecinta musik asyik lainnya. Contoh musik asyik menurut saya, yang mewakili saja ya, kalau semua ditulis tidak cukup ini postingan. Beberapa itu, misalnya, FLOAT, POLKA WARS, SCALLER, BAYU RISA, STARS AND RABBIT, THE BEATLES, BOB DYLAN, BLUR, PRINCE, MICHAEL JACKSON, LED ZEPPELIN, DAVID BOWIE, NIRVANA, RADIOHEAD, PEARL JAM, REM, dan list lagu-lagu di novel Haruki Murakami. Ini sebagian saja lho, ya.

Ya seperti makanan, musik buat saya seperti makanan yang kalau memang tidak enak ya saya bilang tidak enak. Kalau enak ya pasti saya lanjut makan tidak dilepeh. Lepeh, bahasa apa itu? Kalau orang batak macam saya ini pasti kurang familiar. Ya elu mau cari di KBBI juga kagak bakal nemu. Lepeh ini kata yang berasal dari bahasa Sunda. Kata ini lalu menjadi familiar di daerah sekitarnya termasuk di Jakarta, tempat saya tinggal. Ya gitu, jadi kalau dalam bahasa Indonesia kata yang sepadan dengan lepeh  adalah ‘dimuntahkan’.

Cukup ya sama si lepeh. Kembali ke BARASUARA. Kenapa saya pakai caps lock gini ya ngetik nama band-nya. Ya nggak papalah, anggap saja sebagai bentuk atau makna kerennya band rock ini. Nah, jadi, ada 9 lagu di album ini dan semuanya asyik, keren! Musik mereka unik, bukan baru ya. Tidak ada yang baru under the same sun kalo kata Scorpion. Uniknya si BARASUARA menurut saya (ingat ya, saya bukan pengamat musik yang mumpuni, saya cuma orang yang punya selera musik yang asyik) bahwa musik mereka kuat, namun dalam waktu yang bersamaan juga terasa sensual. Gagah, namun tetap indah.

Lagu-lagu di album TAIFUN tidak ada yang tidak enak didengar. Meski begitu, tentu saja ada yang menjadi favorit saya. Sendu Melagu, Bahas Bahasa (sudah barang tentu), Api dan Lentera, dan Menunggang Badai. Vokal Iga yang cuek dan tak terlalu bagus, jatuhnya malah keren. BARASUARA bisa jadi tidak terlalu ramah untuk didengar, tapi masih mudah untuk dicerna. Mendengarkan TAIFUN membuat saya merasa menemukan apa yang selama ini saya cari/rindukan. BARASUARA memberi pengalaman baru. Pengalaman baru yang menyenangkan. Seru sekali dan rasanya ingin terus diulang, diulang, dan diulang. BARASUARA, terima kasih untuk musik kalian!

Sebagai penutup postingan yang cukup panjang ini, padahal tadinya saya ingin menulis dengan singkat saja. Tapi, memang sulit menulis BARASUARA dengan singkat. Di sini saya lampirkan lirik dari salah satu lagu favorit saya dari album TAIFUN.

Sendu Melagu (Iga Masardi)

Semua yang kau rindu
Semua menjadi abu
Langkahmu tak berkawan
Kau telah sia siakan
Waktu yang kau tahu
Waktu yang berlalu
Ingatmu kau merayu
Ingatnya kau berlalu
Sendu melagu


BARASUARA adalah Iga Massardi (vokal & gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bas), Marco Steffiano (drum), Asteriska Widiantini (vokal), dan Puti Chitara (vokal).

3 comments :

  1. Just drop by to say hello mbak mayaaa i miss youuu

    ReplyDelete
  2. Just drop by to say hello mbak mayaaa i miss youuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai nesya... thank u sudah mampir, miss u too :*

      Delete