2.7.12

cerita tentang setting/layout buku

kalau dipikir-pikir saya belum pernah cerita ya tentang pekerjaan saya. kalau sekadar menyinggung tampaknya sudah, tapi kalau khusus cerita tentang pekerjaan sepertinya memang belum pernah ya. nah, kali ini saya akan membagikannya untuk kalian.

seperti yang tertulis di bagian kanan, bahwa saya adalah seorang setter, writer, dan editor lepas (freelance).  sejauh ini masih memilih jalur freelance, entah kemudian hari. bisa saja kan berubah? semua tergantung situasi, kondisi, dan mood saya :D postingan kali ini khusus tentang setting/layouting.

setiap orang pasti mengingat pekerjaan pertamanya. begitu juga saya. pekerjaan pertama itu saya dapatkan ketika saya menginjak semester 6 bangku perkuliahan. adalah insistpress penerbit pertama yang menggunakan jasa setting saya (secara komersial). sebelumnya saya memang seorang setter sekaligus redaktur nonfiksi untuk media bulanan BEN!, media yang bergerak di bidang sastra yang didirikan bersama teman-teman. jujur saja, waktu itu saya agak kikuk karena ilmu menyeting buku cuma saya dapatkan dari buku terbitan elex komputindo tentang pagemaker. selebihnya hasil eksplorasi sendiri bersama komputer. itu saja. waktu itu yang umum digunakan pagemaker, belum jaman tuh yang namanya indesign, kebayang nggak saya tidak boleh salah menyeting karena pagemaker cuma mengijinkan undo sebanyak 3 kali saja sodara-sodara! iya, cuma 3 kali. eh, jangan-jangan cuma sekali ya, rada lupa udah lama banget nggak pakai pagemaker, hehehe... memang dibutuhkan ketelitian yang tinggi kalau pakai pagemaker.

singkat ceritaa, karena adanya support dari pacar (waktu itu, sekarang sih udah jadi suami orang lain :D) dan redaktur insistpress yang cukup baik hati (waktu itu dipegang mas dodi) saya pun berani (beraninya) menerima tawaran kerja dari mereka, tentu saja secara freelance. dan, ternyata dari situ tawaran datang lagi dari penerbit koekoesan (penerbit yang ditangani rieke dyah pitaloka bersama suami). waktu itu yang mengontak saya redaktur koekoesan, mas damhuri. dari situ, karier menyeting buku dari bermacam penerbit buku terus berlanjut. kalau dihitung-hitung berarti saya sudah menjalani pekerjaan ini sekitar 8 tahun ya :D

dasarnya jenis orang yang betah berlama-lama di depan komputer, ditambah lagi saya pecinta font, dan tentunya design, jadilah setting/layouting menjadi hobi sekaligus pekerjaan favorit saya. serunya lagi, selain fee, saya juga selalu mendapat jatah 1 eksemplar buku yang saya setting. lumayan kan buat nambah-nambah koleksi buku :D

untuk mendapatkan font secara gratis, biasanya saya mampir ke blog urbanfonts atau dafont. ada bermacam jenis font di sana. misalnya ada font retro, graffiti, gothic, calligraphy. macem2 deh. untuk kebutuhan setting saya lebih sering menggunakan font dari sans serif bersaudara juga serif bersaudara. tapi secara pribadi, saya jauh lebih menyukai font-font dari keluarga sans serif. menurut saya lebih sederhana, enak (mudah) dibaca, tidak boros tinta, dan lebih hemat tempat. contohnya sepert font yang saya gunakan dalam blog ini, mereka termasuk dalam keluarga sans serif :) tapi setiap naskah memang berbeda, apalagi untuk buku anak. seorang setter/layouter bisa lebih bebas memilih font asalkan masih berada dalam kelompok font anak-anak. sejauh ini saya sudah menyetting puluhan judul buku. saya sampai lupa judulnya apa saja :D 

ya begitulah cerita singkatnya. dan inilah penampakan dari beberapa buku yang belakangan ini saya setting. ah ya, kalau tertarik mengajak saya bekerja sama, sila kontak saya ;)


7 comments :

  1. saya berterimaksih atas sharingan web site untuk merampok font gratis itu.. :)

    ReplyDelete
  2. kereeennn *terpana, terpesona*

    ReplyDelete
  3. mbak maya, mau nanya.. wahahha.. itu kamus bahasa korea nya ada percakapannya kah? kinda hard looking for one good kamus korea. thank u

    ReplyDelete
  4. Hooohh, kerjaannya setter itu begitu yaaa... Etapi setter juga bertugas untuk mengatur layout buku kan? Misalnya komposisi gambar dan foto gitu...

    ReplyDelete
  5. ooooowh ternyata setting buku itu ada seninya tersendiri ya hihihiy... seru..

    ReplyDelete
  6. affan: sama2. semoga terbantu :)

    nesya: hehehe...

    owl: sudah ane mention pan tempo hari di twitter. tunggulah tanggal terbitnya :)

    ocha: bener banget cha, setter/layouter bukan cuma ngurusin font, tapi jg komposisi :)

    fely: lumayan, hehehe...

    mila: sepertinya begitu mil :D

    ReplyDelete