6.10.11

iSad, rip steve jobs

steve jobs usai pidato pengunduran diri, ags 2011.
ia menautkan kepala ke istrinya.

pagi ini, di depan meja kantor saya, saya membaca headline kompas.com: Pencipta iPad, iPod, iPhone itu Pergi... saya belum sempat menyeduh teh panas, belum sempat membuka berkas-berkas naskah, belum sempat membuka file terakhir laporan bulanan, juga, belum sempat membuka email kantor. headline itu membuat saya terdiam. mungkin semacam mematung. lalu, pelan-pelan sesuatu menyelinap dan menyesakkan dada. mata saya memanas. bisa dibayangkan kemudian, air mata itu tumpah.

saya bukan salah satu dari sekian ribu relasi atau rekan seorang steve jobs. tapi, saya merasakan duka mendalam karena kepergian beliau. rasa yang sama seperti ketika saya kehilangan seorang teman (dekat) hampir sepuluh tahun yang lalu. dan, rasa yang sama ketika suami kakak saya mangkat 2 tahun lalu. juga, ketika taro, kelinci tersayang, menyerah pada hidup 7 bulan yang lalu.

saya bukan pengguna produk apple, tapi saya penggila animasi keluaran pixar dan steve jobs adalah CEO disitu. duka mendalam ini tentu bukan hak para pengguna produk apple saja, terutama pengguna iPad, iPhone, dan iPod: produk membanggakan dan yang berhasil mengubah dunia, memberi warna baru, memberi wadah kreativitas banyak orang di dunia.

ada begitu banyak kalimat bijak yang pernah terucap dari bibir steve jobs. yang paling sering kita dengar adalah stay hungry, stay foolish. kata-kata sederhana ini agaknya pemicu lahirnya produk-produk mengagumkan tadi. kata-kata sederhana yang tentu bisa kita simpan, maknai, dan apresiasi sebagai bentuk kenang-kenangan dari seorang steve jobs. bukan melulu mengenang lewat produk-produk ciptaan beliau saja.

selesai membaca berita di kompas, saya menutup mata sebentar. mencoba membayangkan seperti apa ekspresi steve jobs dalam detik-detik terkahirnya. kurasa ia menyisakan senyum terakhirnya untuk orang-orang terkasih, istri, anak, dan rekan terdekat. bukankah semua sudah cukup besar dan melimpah, sumbangsih seorang steve jobs, untuk dunia ini. jangan pernah lupakan bahwa beliau juga mendirikan Red Fund Raising sebagai usaha untuk menolong pendertia kanker, malaria, aids, dsb.

steve jobs, you are one in a million. rest in peace. iLove. iSad.

13 comments :

  1. aku ra nganggo apple, ipod, iphone...tapi kepergian itu memang selalu menyisakan sesak ya, May :)

    ReplyDelete
  2. iya, yg ini jenis kepergian menyesakkan dada. tp ada byk juga kepergian yg tdk menyesakkan dada. contohnya sederhana, para koruptor. hehehe..

    ReplyDelete
  3. orang-orang hebat ketika pergi akan meninggalkan sesak memang :)
    walaupun kita tidak mengenalnya begitu dekat.
    begitulah orang-orang hebat.
    Kita tidak mengenalnya dari agama atau apapun itu yang membuat kita terasa berbeda.

    Kita hanya mengenalnya dari inovasi dan karyanya untuk dunia. . .

    ReplyDelete
  4. Perasaan yg bertolak belakang ketika kita membaca berita; tetoris terbunuh...

    ReplyDelete
  5. uchank: iya benar. entah knp selalu memberi semacam kedekatan yg unik dgn kita.

    lea: agree!

    ps: stay hungry, stay foolish hanya kalimat yg dikutip steve jobs dr sebuah buku.

    ReplyDelete
  6. aq jg ga pake produknya apple (smoga suatu saat bs pake), tp aq turut berduka perginya steve job.
    GBall :)
    kita ga pernah tau kpn Tuhan mau panggil kita

    ReplyDelete
  7. aq jg ga pake produknya apple (smoga suatu saat bs pake), tp aq turut berduka perginya steve job.
    GBall :)
    kita ga pernah tau kpn Tuhan mau panggil kita

    ReplyDelete
  8. Iya May, dan aku suka banget waktu dia bilang: There is no reason not to follow your heart.

    May God bless him.. T^T

    ReplyDelete
  9. Eh dia ngundurkan diri kan agustus, bukan juni...

    ReplyDelete
  10. dan media massa sdg berlomba menjual biografi steve jobs. entah knp, mnrtku tindakan ini mengenyampingkan rasa hormat utk sosok yg baru saja mangkat ini.

    @asop: ah iya, thank u utk koreksiannya :)

    ReplyDelete
  11. sial dan bodohnya aku, tak mengerti sama sekali sama oom steve ini. Seringkali begitu. orang2 besar dunia, terlalu banyak menangisi kepergiannya, terlalu banyak kehilangan. Dan entah bagaimana aku kehilangan empati untuk yang kini. Soalnya, media terlalu melebih2kan dan terkesan lebay, memaksa saya untu ikut terharu dalam pengulangan2 yang dibentuk mereka, setidaknya sedikit sedih...

    Maafkan aku Oom Steve, ye.

    ReplyDelete
  12. eh ini teman blog: http://indriankoto.blogspot.com lo.. nyasar masuk sihh

    ReplyDelete