27.4.11

untuk orang terkasih

gambar dari sini
barusan saya ke amplaz (ambarukmo plaza) bersama teman-teman kantor. karena niat dari kantor memang mau ke gramedia, cek buku dan sejenisnya, kami langsung menuju sasaran. sesampai di sana, satu-satu berpencar. bukan apa-apa, tema/genre masing-masing buku yang kami pegang berbeda. nah, seharusnya saya langsung menuju lokasi buku fiksi, tapi langkah saya tertahan oleh beragam mainan asah otak anak yang tertata begitu menawan. saya pun mengamati satu-satu mainan itu. yang terbayang pertama kali di otak saya adalah para ponakan yang kecil-kecil, imut-imut, dan cerdas di jakarta sana. mereka pasti menyukai mainan ini, begitu batinku. oke, saya putuskan untuk membelikan mereka, tapi bulan depan ya. ini kan akhir bulan cuy, dompet saya udah sekarat!

selesai dari mainan anak, mata saya kembali tertumbuk beragam alkitab yang (sekarang/belakangan ini) desainnya makin rancak bana saja (eh bener nggak tuh nulisnya, buat temen yg asal padang, boleh kasih koreksian). saya juga meilirik beragam buku-buku rohani lainnya. saya teringat orangtua dan calon mertua saya. mereka orang yang agamis dan (syukurnya) suka baca. saya langsung tergiur ingin memberikan mereka buku-buku itu lalu mengemasnya dengan bungkus kado yang menarik.

oke, saya masih belum juga ingin menjabani rak-rak buku fiksi itu. kali ini langkah saya memutar ke bagian alat musik. yang satu ini identik dengan schatze. latar belakang beliau memang musik dan saya tentu ingin sekali membelikan drum electric. karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu, beliau ini tidak lagi bisa memainkan drum dalam waktu yang lama. so, jawabannya adalah drum electric. dan, ketika saya cek harganya. yah, saya tidak perlu shock, mahal! ya iyalah, nggak mungkin juga murah. buhhh.... tapi, saya tetap berniat membelikan beliau si drum electric ini, suatu ketika nanti. moga-moga togel yang kemaren gol, amien... (_._!!)

selanjutnya, saya mengitari rak notebook. saya ingat teman dekat saya yang ada di luar pulau sana yang begitu menggilai notebook. lagi dan lagi saya ingin memberikannya. oke, untuk ulang tahunnya mendatang saya akan beri notebook cantik-cantik ini.

akhirnya, setelah waktu yang dipakai hampir habis, saya pun berjalan mendekati rak-rak buku fiksi. tidak, saya tidak sedang memikirkan buku-buku fiksi itu. saya sedang berpikir bahwa begitu mudahnya rasa bahagia datang ketika kita berniat memberikan gift-gift cantik untuk orang yang kita kasihi. dan, akan lebih gampang juga memberikan gift-gift itu untuk orang-orang yang tidak kita kenal. lalu, akan minta ampun sulitnya membayangkan gift-gift cantik itu kita berikan untuk musuh, orang yang tidak kita sukai, orang yang sering menyakiti kita, orang yang ingin kita lenyap, dll. yah, saya sendiri tidak sanggup membayangkannya.

dengan memberi gift untuk orang terkasih, orang yang tidak kita kenal, bukankah itu biasa saja? sangat amat biasa malah. lalu bagaimana dengan orang yang membenci dan kita benci? huh, saya masih malas memikirkannya. sederhananya begini saja, toh orang yang kita benci atau yang membenci kita itu masih punya teman dekat yang menyayangi mereka. lalu, biarkan saja orang-orang itu yang akan memberi mereka gift. begitu saja kan? gitu aja kok repot, kata gusdur. dan, maaf tuan dalai lama, saya masih belum sukses menjalankan pemikiran-pemikiranmu tentang relasi dengan sesama. tapi, saya masih akan terus mencoba. doakan saya ya (dialek ala benteng takesi).

"hey, may ayo turun. times up." seorang teman berdiri di depan saya sambil menunjuk-nunjuk jam di tangan kirinya. saya pun tersadar, "tapi, mampir ke breadtalk dulu ya. saya lapar." kata saya memelas.

10 comments :

  1. waduh,....masih jd pergumulanku jg nih.....mengasihi org yg kita benci/membenci kita :(
    well, susah sih soalnya :)
    anyway, ujung2nya gag beli apa2 ya kak? hehehhee.....aq jg sering gt, masuk ke toko apa gitu mesti teringat org2 terkasih dulu...malah kadang lupa beli buat diri sendiri...hehehehhe.....
    weh2....calon mertua ig...xixixixi...suit suit :))

    ReplyDelete
  2. laaahhh?....terus beli buku apaan May?....hahaaaa...gantung gini gue bacanya...tapi keren...kayak di film2 holiwut...biar penonton yang menentukan endingnya....hahahaaaaaa..tulisannya saya sukaaaaaa...

    :)

    ReplyDelete
  3. Kangen Amplaz..kangen menggila di Gramed cm numpang baca dijajaran rak-rak buku berjam2...huufffttt disini ga pernah sama sekali ke toko buku, bukunya mnengerikan tulisannya kriting bikin males bgt.

    ReplyDelete
  4. glo: iya glo, msh berat euy. lha kan masih niat, tar gajian baru deh dibeli atu2. hehehe...

    nufri: huahaha... gk beli. males. liat2 doink. eniwei, thank u :)

    okto: thank u okto :)

    wuri: ayo.. ayo kapan libur? silakan serbu amplaz. gmn jepang?

    ReplyDelete
  5. hehe... itu pasti lagi korupsi waktu istirahat kantor yaaa...

    :P

    ReplyDelete
  6. toh orang yang kita benci atau yang membenci kita itu masih punya teman dekat yang menyayangi mereka. lalu, biarkan saja orang-orang itu yang akan memberi mereka gift. begitu saja kan? gitu aja kok repot, kata gusdur.

    ih suka sama post ini :p

    ReplyDelete
  7. enno: nah, ini justru disuruh dr kantor jeng, hihihi...

    annesya: hihi.. itu kalimat membela diri, dang! but I do love it ;)

    ReplyDelete
  8. thanks for all gifts you've given to me *haru

    ReplyDelete
  9. tak hanya membela diri mbak, tapi itu SANGAT manusiawi. hehe

    ReplyDelete