16.10.10

si murtad sena taro

ini dia tampang dari dua 'anak saya'. left is taro n right is sena. saya beli dua bulan yang lalu di pasar ngasem. belinya sih gak mahal. tapi, ternyata dua anak ini gak doyan makanan murah aka harus makanan import gak tanggung2, seminggu ngabisin sekilo makanan import alhasil kocek saya rada gempor. tapi, tak mengapa karena mereka berhasil memberi warna cerah dlm hidup saya.

nah, lalu kenapa saya beri judul sena taro murtad? karena pada suatu sore yang setengah mendung, mereka mendekati saya yang lagi asyik2 duduk sambil makan ikan goreng di beranda (just say like that, beranda). bergantian mereka berdiri dan berusaha menggapai apa yang ada di tangan saya. catat, bangku yang saya duduki cuma setinggi 30 senti. sangat pendek dan sanggup untuk digapai. iba melihat mereka (naluri ibu saya keluar neh), akhirnya saya memberi secuil daging ikan goreng itu. dan, ajaib! sena dan taro langsung melahapnya! sebentar, kurasa kalian tahu kalau kelinci dari dolo itu adalah makhluk vegetarian. so, kenapa mereka begitu lancang memakan ikan yang tadi saya sodorin ke mereka?!

akhirnya, sore yang setengah mendung itu tidak pernah menjadi sekali. karena, setelah itu masih ada sore-sore lainnya (yg tidak selalu mendung, kadang cerah) untuk sena taro melahap ikan goreng. apakah mereka tidak sakit perut, mungkin kalian akan bertanya begitu. jangan khawatir kawan. kamu cuma butuh satu hal: JANGAN KASIH BANYAK2 IKAN GORENGNYA.


yup, itu saja. karena jika kalian melanggar peraturan di atas, percayalah, kelinci kalian akan berakhir hidupnya... :D

1 comment :

  1. mbak, rumahmu dmana? si mita tau kan? mo ngajak foto ur bunns, hihi

    ReplyDelete